Penggunaan Kata Anjing Dalam Bahasa Sunda

Anjing dalam bahasa Sunda memiliki sebutan yang sama dengan kata anjing dalam bahasa Indonesianya. Jadi anjing yang ada dalam bahasa sunda adalah nama seeekor hewan berkaki empat dan  memiliki taring serta berbulu lebat . Anjing sendiri adalah satu hewan peliharaan yang banyak disukai oleh pecinta hewan. Karena banyaknya anjing yang dipelihara oleh manusia maka hal hewan ini pun mulai banyak digunakan dalam berbagai istilah entah itu peribahasa, kiasan, kata-kata mutiara, makian, dan penggunaan konteks yang berbeda dalam bahasa. Kata “Anjing” memiliki banyak makna dalam kebudayaan masyarakat Indonesia. Contohnya dalam penggunaan bahasa Sunda makna kata “Anjing” merupakan sebuah penggunaan kata yang sangat kasar yang dipergunakan dalam bahasa apapun. Namun, kata “Anjing” memiliki makna yang berbeda di daerah Garut, karena anak-anak disana sudah terbiasa untuk menggunakan kata “Anjing” dalam percakapan sehari-hari. Mini Goldendoodle sudah pernah mengulas mengenai makna kata “Anjing” dalam bahasa Sunda. Di bawah ini adalah beberapa penggunaan kata “Anjing”dalam bahasa Sunda, antara lain:

  1. Makna Kata “Anjing” Dalam Artian “Kamu & Sialan

Anjing dalam arti “Kamu” bisa ditemukan dalam contoh kalimat bahasa Sunda: “Rek ka mana anjing?” yang dalam bahasa Indonesia menjadi “Mau ke mana anjing?”. Dalam artian yang sebenarnya adalah “Mau kemana kamu?”.

Anjing dalam arti “Sialan” bisa ditemukan dalam contoh kalimat bahasa Sunda: “anjing teh, tadi aing ka rajia polisi?” yang dalam bahasa Indonesia menjadi “Anjing, saya tadi kerazia polisi”. Dalam artian yang sebenarnya adalah “Sialan, tadi saya kena razia polis”.

  • Makna Kata “Anjing” Dalam Artian “Wow, keren, hebat, luar biasa & Hei”

Anjing artinya “Wow, keren, hebat, luar biasa” bisa ditemukan dalam contoh kalimat bahasa Sunda: “Anjing, sia katarima gawe di pertamina? Traktir trakir atuh euy” yang dalam bahasa Indonesia menjadi “Anjing, kamu keterima kerja di pertamina? Boleh traktir dong?”. Dalam artian yang sebenarnya adalah “Wow, kamu keterima kerja di pertamina? Boleh traktir dong?”.

Anjing artinya “Hei” bisa ditemukan dalam contoh kalimat bahasa Sunda: “Anjing, maneh tong ngompol di buruan batur” yang adalam bahasa Indonesia menjadi “Anjing, kamu jangan sembarangan kencing depan rumah orang” Dalam artian yang sebenarnya adalah “Hei, kamu jangan sembarangan kencing depan rumah orang”.

Penggunaan kata anjing sering ditemui pada anak-anak gaul dan para abg masih labil. Namn perlu diketahui bahwa penggunaan kata sangat berpengaruh dalam komunikasi dan bisa menimbulkan makna yang ambigu.